Senin, 14 Desember 2009

menang jadi abu, kalah jadi arang

mati-matian aku menyerang idealisemu
mati-matian pula aku mencoba menyadarkanmu
dengan kata-kata pedas dan susah untuk dicerna-katamu
karena kau menganggapku orang berpendidikan yang pemikirannya jauh di atasmu

mati-matian pula aku bersabar
mati-matian pula kau mengelak
mengelak dari kata-kata yang kurasa menusuk hatimu
sehingga membuatmu terdiam dengan mata berkaca-kaca seperti akan meluluhkan airmata kesedihan dan kemarahan

aku, masih mati-matian menahan kekecewaan yang terus terpendam
selalu terpendam
mati-matian

1 komentar:

agustinriosteris mengatakan...

Trkadang seseorang tidak bisa memberikan yang terbaik dengan mengubah seseorang ke sosok yang tidak dia suka hehhehe..

Btw nice writing